ANTISIPASI VIRUS CORONA, MASYARAKAT LONG PAHANGAI SIAPKAN TEMPAT CUCI TANGAN DI DEPAN RUMAH

0
67
tampak salah satu fasilitas umum pun sudah dilengkapi dengan tempat mencuci tangan.

 

UJOH BILANG – Dalam rangka antisipasi pencegahaan penyebaran Virus Corona, dan instruksi Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh, SH masyarakat diwilayah Kecamatan Long Pahangai, menyediakan tempat cuci tangan didepan rumah masing-masing.

“Kami terus mensosialisasikan pentingnya mencuci tangan dan mencuci tangan pada air yang mengalir, dan kini sudah 85 persen masyarakat telah membuat tempat cuci tangan didepan rumah masing-masing,” terang Camat Long Pahangai Lawing Ngau, S.Pd, saat dikonfirmasi. Rabu (01/04)

ditambahkannya tidak hanya itu saja Pemerintah Kecamatan Long Pahangai bersama Aparat Koramil dan Polsek Long Pahangai pun telah bersama- sama untuk menghibau agar masyarakat tidak panik,n tetap waspada. Serta mengajak masyarakat mengurangi sementara berkumpul atau menghindari kerumunan.

“Harus jaga diri, jaga kesehatan dan juga mengindari kerumunan banyak orang, dan sebaiknya sementara dirumah dulu, karena penyebaran tidak lewat udara tetapi seperti yang diketahui malalui kontak atau bersentuhan. Kita tidak mengetahui warna penyakit ini seperti apa, sehingga kami selalu menghimbau masyarakat peduli pada kesehatan agar menghindari kerumanan dan tetap dirumah,” ungkap Lawing Ngau, S.Pd.

Lawing Ngau, S.Pd pun mengakui bahwa telah mensosialisasikan kepada masyarakat dengan menyurati para petinggi, agar menginformasikan pada masyarakat untuk tetap waspada.

“Kita sosialiasi pada masyarakat melalui petinggi dengan membuat surat, agar menyampaikan informasi untuk tetap waspada dan kami secara tegas untuk semua orang yang datang dari luar kampung untuk melakukan karantina mandiri dirumah” tandasnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa dalam rangka menghindari wabah covid 19 ini, baru- baru ini ibukota kecamatan melakukan ritual adat sesuai kepercayaan setempat melakukan Pungan, artinya hanya diam dalam rumah. Dan tidak dilakukan secara bersama- sama, tetapi bergantian oleh setiap kampung.

“Kita juga melakukan ritual adat yaitu Pungan, yang mana tidak satu pun boleh keluar rumah. Tidak boleh memetik sayuran bahkan membawa lauk seperti ikan yang hidup. Ini kami lakukan satu hari, dimulai sabtu siang dan berakhir Minggu siang, dan kampung melakukannya bergantian,” kata Camat Long Pahangai.(HMS10/td).

Share berita ini:

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Isi nama Anda