Ritual Adat Makaan Tanaa Lokasi Perkantoran Pemkab Mahulu

0
554

UJOH BILANG – Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh, SH diwakili Asisten Bidang Sosial Ekonomi Pembangunan E. Tek Hen Yohanes, S.Pd (Asisten II) menghadiri Ritual Adat Makaan Tanaa yang berlangsung di lokasi pembangunan perkantoran Pemkab Mahulu. Senin (2/9)

Ritual Adat Makan Tana sendiri merupakan adat istiadat etnis suku dayak bahau, yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu memberi makan tanah, yang dipercaya masyarakat setempat sebagai arti memohon hal-hal baik dan ijin kepada para leluhur, agar dalam proses pembangunan gedung Pemkab dapat berjalan lancar.

Ritual Adat yang dimulai pukul 12 siang tersebut berlangsung hingga pukul 5 sore, yang diakhiri pengumuman tepang/larangan oleh tokoh adat kepada seluruh masyarakat agar tidak mendekati area perkantoran usai melaksanakan Ritual Adat.

Dalam arahan Bupati Bonifasius Belawan Geh, SH yang disampaikan Asisten II menuturkan, Pemkab Mahulu mendukung acara adat Makaan Tanaa ini, karena merupakan adat istiadat yang harus dijaga dan dihormati sebagai suku dayak.

“Untuk pembukaan lahan baru perkantoran acara ini memang seharusnya kita laksanakan, yang artinya kita mohon ijin atau bahasa lainnya permisi dengan leluhur kita,”ungkapnya.

Asisten II lebih lanjut menyampaikan arahan Bupati, bahwa lokasi pembangunan Perkantoran Pemkab Mahulu sangatlah luas, dengan mengusung tema perkantoran hijau dan asri, diharapkan pihak terkait terus menyampaikan ke masyarakat agar tidak menebang hutan.

“Menurut perencanaan pembangunan, ini dibuat di hutan bernuansa hijau, jadi melalui pak Kapolsek, Danramil, Camat dan Ketua Adat dan Petinggi supaya menyampaikan ke masyarakat supaya tidak merambah hutan ini, tidak boleh dibabat habis, dipakailah seperlunya, hutan ini perlu dilindungi karena masih banyak ragam jenis-jenis kayu yang hidup didalamnya,”imbaunya.

Sementara itu dalam penyampaian Ketua Dewan Adat Daerah Wilayah Mahakam Ulu Ibo Hului, yang diwakili Johan Bang Juk mengatakan, ritual adat ini adalah sebagai salah satu doa permohonan kepada leluhur agar menjauhkan dari hal-hal buruk selama proses pembangunan gedung perkantoran.

“kita perlu memahami bahwa kita tidak boleh melalaikan hal-hal yang berhubungan dengan tradisi, karena itu kita harus melaksanakan Makaan Tanaa ini, yang sekaligus ucapan syukur dan permohonan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa,”ucapnya

Turut hadir Anggota DPRD Mahulu, Kabag Pemerintahan Damianus Tamha, SE, , Kapolsek dan Koramil Long Bagun, Petinggi Long Bagun, serta tokoh adat dan mayarakat Mahulu.(Hms11)

Share berita ini:

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Isi nama Anda