DLH Susun Data Pemanfaatan Alam Bernilai Ekologis Ekonomis

0
640
Mewakili Bupati Mahulu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Drs. Thomas Higang Hadiri Rapat persentasi menyusun Data Base Pemanfaatan SDA yang Bernilai Ekologis dan Ekonomis
Langkah Awal Menjaga SDA Mahulu
UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mahulu, melakukan proses penyusunan Data Base Pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) yang Bernilai Ekologis dan Ekonomis.
Hal itu disampaikan, sekaligus melakukan persentasi laporan akhir di Ruang Rapat Kantor Bappelitbangda, Jl Poros Tikah, Kampung Ujoh Bilang pada Rabu (1/12) siang.
Semua kegiatan tersebut berkat hasil kerjasama Dinas Lingkungan Hidup bersama dari Tim Universitas Brawijaya Malang.
Menurut Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Irawan Sanjaya, SE.,M.Si, kegiatan itu bertujuan untuk melakukan pemetaan awal pemanfaatan sumber daya alam (SDA) bernilai ekologis dan ekonomis.
“Mengingat ketersediaanya yang terbatas, maka diperlukan cara pemanfaatan dan pengelolaan yang bijaksana dan dapat dipertanggungjawabkan. Baik itu pemanfaatan secara ekologis maupun ekonomis,” tuturnya.
Saat itu turut dihadiri pula oleh rapat  Asisten III Bidang Administrasi Umum Drs. Thomas Igang, yang mewakili Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, SH.
Ketika memberikan penjelasan sambutan bupati, Asisten III menuturkan, sangat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh dinas dan lembaga terkait dalam menjaga SDA di Mahulu.
“Adanya Laporan Akhir Penyusunan Data Base Pemanfaatan SDA yang Bernilai Ekologis dan Ekonomis, Pemkab Mahulu sangat mengapresiasi apa yang telah di lakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Mahulu yang telah bekerjasama dengan Tim Ahli pada bidang dalam hal ini Universitas Brawijaya,” katanya.
Itu semua pasti ada tujuan yang jelas yang niat dan capaiannya untuk hal kebaikan dalam upaya memverifikasi data. “Mengumpulkan data-data tentang pemanfaatan SDA di Kabupaten Mahulu sejak dini,” kata Asisten III.
Ia menambahkan, sebagaimana yang diketahui bahwa SDA ini merupakan isu yang sangat strategis bagi Mahulu yang selalu menjadi perhatian skala masyarakat luas, baik pada tingkat Daerah, Nasional, maupun tingkat Internasional.
“Secara khusus untuk daerah kita di Kabupaten Mahulu, merupakan daerah yang temasuk dalam Heart of Boneo yang memiliki tutupan hutan hampir 80 persen,” ungkapnya.
Tentu saja sebagai Heart of Borneo menjadi kebanggaan bagi daerah, hal ini merupakan aset daerah yang harus dijaga sampai kapan pun.
“Karena kita ini daerah baru masih banyak yang belum terdata dengan baik. Kemudian belum terkelola secara baik untuk kesejahteraan rakyat Indonesia secara umum dan khusus bagi masyarakat Mahulu,” ujarnya.
Ia juga berharap, ini bukan hanya menjadi tanggungjawab bagi Dinas terkait dan lembaga terkait saja, namun ini menjadi tangggung jawab bagi semua.
“Tanggungjawab seluruh elemen masyarakat Mahulu untuk selalu bijak dalam pemanfatan SDA, terutama SDA yang tidak terbarukan,” tutur Asisten III.
Ditempat yang sama, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Irawan Sanjaya, SE.,M.Si menambahkan, penyusunan Data Base Pemanfaatan SDA yang bernilai ekologis dan ekonomis ini, merupakan langkah awal untuk mengumpulkan data-data parsial.
Atau kata dia, bisa dikatakan pemetaan awal masing-masing SDA yang memiliki nilai Ekologis dan Ekonomis di Kabupaten Mahulu.
Tujuan dari penyusunan data base pemanfatan SDA ini, adalah untuk memetakan kondisi SDA di Mahulu.
“Petakan kondisi kita, yang mana yang termasuk dalam nilai ekologis. Dan yang mana yang masuk dalam ekonomis,” ujarnya.
Dalam penyusunan data pemanfaatan SDA ini akan erat kaitannya dalam perencanaan tata ruang baik itu perkotaan maupun perkampungan. “Buat kepentingan daerah kita juga kan,” katanya.
Ia juga menyampaikan, dalam penyusunan Data Base Pemanfaatan SDA yang bernilai ekologis dan ekonomis, akan terbagi sesuai dengan tanggungjawab SKPD.
Sedangkan tanggung jawab nilai ekologisnya menjadi ranahnya Lingkungan Hidup (LH).
Dan untuk pembagiannya Dinas LH akan kebagian SDA yang bernilai ekologisnya, ketika penelitian ini mengarah pada SDA yang bernilai ekonomisnya.
“Akan menjadi tugas dari SKPD lain yang berhubungan langsung dengan hal tersebut. Kita lakukan beraama,” katanya.
Pada akhir penyampaiannya, ia menyatakan, untuk sekarang yang menjadi perhatian dari Dinas Lingkungan Hidup Mahulu, apabila berbicara tentang SDA hutan, yang berhubungan dengan emisi gas karbon, ini menjadi ranahnya LH.
“Secara nasional maupun regional menjadi perhatian dan kelanjutannya akan di kembangkan secara komersil kedepan,” tuturnya.(HMS8)
Share berita ini:

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Isi nama Anda