Pemkab Mahulu Gelar Upacara Peringati Hut PGRI ke 74 & Hari Guru Nasional

0
47
Wakil Bupati Mahulu Drs. Y. Juan Jenau Bertindak sebagai Pembina upacara dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI ke -74 Tahun 2019. by aim

UJOH BILANG- Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Mahulu melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI ke -74 Tahun 2019. Bertindak sebagai Pembina upacara Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, SH yang dalam kesempatan ini di wakili oleh Wakil Bupati Mahulu Drs. Y. Juan Jenau.

Upacara ini berlangsung hikmat dihalaman SMA Negeri 1 Long Bagun, Selasa (26/11). dihadiri oleh Sekretaris Daerah Drs. Yohanes Avun, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Veridiana Hendoq, S.Pd, Kepala OPD, Forkompinda, Guru-guru, Siswa SMA, SMP, SD.

Wakil Bupati Mahulu Drs. Y. Juan Jenau Bertindak sebagai Pembina upacara dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI ke -74 Tahun 2019. by aim

Sejalan dengan amat Menteri Pedidikan Wakil Bupati Mahulu mengajak seluruh guru di Kabupaten Mahulu, mulai sekarang harus berfikir dan bertindak diluar kebiasaan mengajar pada umumnya.

“Yang diartikan dengan mewujudkan inovasi dan metode-metode kurikulum dengan materi yang mudah dipahami oleh seluruh murid. Guru harus bersikap kreatif pula dengan gaya ajar yang mudah dimengerti oleh seluruh murid. Selain itu, hadirkanlah suasana yang nyaman dan menyenangkan di dalam kelas, agar murid selalu,”himbaunya.

Wabup juga berharap setiap guru wajib menyadari bahwa, masa depan generasi penerus bangsa dan daerah ada ditangannya.

“Untuk itu, tanamkanlah rasa cinta tanah air dan rasa cinta daerah kepada seluruh murid. Tanamkan pula jiwa-jiwa sosial keberagaman dengan menyajikan pancasila di tengah-tengahnya. Dalam arti, setiap guru, harus menciptakan ruang dimana seluruh murid dapat bertegur sapa tanpa membedakan suku, ras dan agama di  dalam kelas untuk dijadikan pedoman bagi mereka pada kehidupan sosial mereka,”ungkapnya.

Sementara itu saat membacakan amanat Mendikbud RI Nadiem Anwar Makarim, Wabup menuturkan bahwa Mendikbut tidak akan membuat janji-janji kosong kepada guru-guru se Indonesia.

“Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, kita akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia. Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama. Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda,”tegasnya.(aim/td).

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Isi nama Anda