BUPATI BUKA ACARA RITUAL ADAT LALIIQ DANGE UMAAQ TUAAN

0
108
Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh,SH membuka acara Ritual Adat Laliiq Dange Umaaq Tuaan.

UJOH BILANG- Jumat (8/11) Bertempat di Lamin Adat Umaaq Tuaan, Ujoh Bilang, Bupati Bonifasius Belawan Geh, SH menghadiri sekaligus membuka secara simbolis Ritual Adat Laliiq Dange Umaaq Tuaan. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Kabupaten Mahakam Ulu, tahun 2019.

Pembukaan ditandai dengan Tekring Jeheq Lepo Dange oleh Bupati Bonifasius Belawan Geh, SH, bersama Hipui Umaaq Tuaan, Gregorius Jiu.

Dalam sambutannya, Bupati Bonifasius Belawan Geh, SH, mengatakan, berdirinya Kabupaten Mahakam Ulu adalah wujud dari pengakuan serta kepercayaan Pemerintah Pusat terhadap masyarakat Indonesia. Khususnya wilayah pedalaman dan perbatasan dengan Malaysia.

“Kita patut bersyukur terhadap fakta ini, karena kita berdiri dalam sebuah bingkai kabupaten, diberikan tanggung jawab untuk bersama-sama membangun daerah ini lebih baik, tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Bupati.

Pembukaan ditandai dengan Tekring Jeheq Lepoq Dange oleh Bupati Bonifasius Belawan Geh, SH, bersama Hipui Umaaq Tuaan, Gregorius Jiu.

Dikatakan Bupati, sisi lain upacara Adat Dange Umaaq Tuaan selain menjaga Adat Istiadat dan tradisi, juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Khususnya, menyambut HUT ke-6 Mahulu agar ke depan menjadi lebih baik.

“Menghargai leluhur yang sudah berjuang untuk membangun tatanan masyarakat yang tertib, beradat dan baik, disini juga saling membangun kebersamaan, silaturahmi, tentunya kita bersama-sama menjaga supaya acara ini berjalan dengan baik, kesakralannya harus dijaga,” harap Bupati.

Tekring Jeheq Lepoq Dange oleh Bupati Bonifasius Belawan Geh, SH, bersama Hipui Umaaq Tuaan, Gregorius Jiu.

Sementara itu, dalam Laporan Ketua Umum Panitia HUT ke 6 Toni Imang, SSos, MSi, menuturkan sejak Mahulu diresmikan pada 2013, ini kali ketiga peringatan dilaksanakan dengan meriah. Ditandai dengan upacara adat Memange, yang akan berlangsung hingga 17 November.

“Acara Memange ini sudah disepakati waktu penentuan awal mula HUT Mahulu 20 Mei, yang artinya Me adalah Mongosang dari tradisi suku Aoheng, Ma yaitu Mamat dari tradisi suku Kenyah, dan Nge itu di ambil dari Dange yang sekarang sedang kita laksanakan, setiap kali peringatan ulang tahun, tiga acara adat ini selalu dilaksanakan,” jelasnya.

Prosesi Ritual Adat Laliiq Dange Umaaq Tuan oleh Tokoh Adat Ujoh Bilang.

Dalam kesempatan ini, ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Mahulu, dan gotong royong masyarakat, Tokoh Adat, Petinggi setempat.

“Dalam penyelenggaraan kegiatan ini, tidak lepas dari uluran tangan semua pihak, saya mewakili panitia mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah menganggarkan dana untuk kegiatan HUT, dan juga kepada keluarga besar bapak Ding Bulan, baik tempat pelaksanaannya maupun menyiapkan personil untuk Dange ini,” tutupnya.

Turut hadir, Wabup Drs. Y. Juan Jenau, Asisten III Drs. Lilik Yohanes Peng, MAP, Staf Ahli, Para Kadis, Kabag. Humas & Protokol, Kepala Adat Ujoh Bilang, Danramil Long Bagun.(Hms11/td)

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Isi nama Anda