KTNA Mahulu Pahami Regulasi Pertanian

0
255
Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, SH menyampaikan sambutan dan mengajak seluruh tamu undangan dan pengurus KTNA Mahulu mengucapkan yel-yel KTNA. by hms8

UJOH BILANG – Para pengurus dan anggota KTNA untuk senantiasa terus belajar tentang aturan perundangan yang berlaku, sehingga dapat membangun pemahaman yang sama antara OPD dengan KTNA itu sendiri. Demi terwujudnya pemahaman yang lebih terhadap regulasi yang berhubungan dengan perkembangan pertumbuhan bidang pertanian secara luas.

Hal ini disampaikan Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, SH usai dilantik sebagai Ketua KTNA Mahulu, Sabtu (6/4). di Lamin Adat Kampung Laham.

Dalam konteks ini, lanjutnya, harus tetap berpegang pada asas akuntabilitas dan prinsip transparansi dalam mengelola kebijakan, yang berkaitan dengan pelaksanaan program dan kegiatan serta pertanggungjawaban akuntansi laporan hasil pelaksanaannya.

“Dengan pelantikan ketua dan peresmian jajaran pengurus KTNA Kabupaten Mahulu, maka upaya untuk meningkatkan produksi pertanian, terutama bahan pangan primer, seperti beras, jagung, umbi-umbian termasuk sayur-mayur, menjadi lebih mudah dilakukan, karena OPD yang berwenang dibidang urusan pertanian sudah mendapat mitra yang setara,” terangnya.

Pada akhirnya beberapa proses di atas, Bupati menerangkan proses ini dengan sendirinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya, dan warga pelaku sektor pertanian ini. Dan hal ini dapat mewujudkan pembangunan Mahakam Ulu untuk semua, sejahtera dan berkeadilan.

Namun untuk memenuhi segala proses tersebut Pemkab Mahulu dan KTNA Mahulu harus memiki berapa Data dan Statistik Pertanian.

“Kita harus bangun database yang membumi dan faktual, terutama tentang luas lahan pertanian dan perikanan yang ada serta potensi perluasannya di kemudian hari. Bila Pemkab Mahulu dan KTNA dapat menyusun database yang solid dan faktual, maka proses pengembangan urusan pertanian dan semua urusan turunannya dapat kita lakukan secara terukur,” tandasnya.

Sementara itu Ketua KTNA Provinsi Kaltim Wisdianto menyampaikan bahwa Pengurus KTNA dan para penyuluh pertanian dibawah naungan Dinas Pertanian, harus saling bergandengan tangan.

“Jadikan Balai Pertemuan Penyuluh (BPP) itu, jadi markas dan sekretariat bersama, antara pengurus KTNA dan para penyuluh, rajin ke lapangan rencanakan bersama para kelompok-kelompok petani, kenapa karena perlu saya ingatkan bahwa KTNA ini adalah mitra pemerintah, jadi KTNA ini harus mendukung program Pemerintah Daerah, terutama dalam memajukan bidang pertanian dalam arti luas,” ungkapnya.(hms8)

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Isi nama Anda